
Oleh Gungde Ariwangsa SH
Program Atlet Andalan (PAL) yang diluncurkan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga sudah bergulir. Sentuhan dari ide besar dan strategis Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu, DR Adhyaksa Dault SH, MSi itu mulai menyinari kehidupan olahraga di Tanah Air. Khususnya pada 20 cabang olahraga yang terdaftar masuk dalam PAL.
Secara de facto dan de jure memang sampai saat ini PAL baru mengatur … atlet dan … pelatih dari 20 cabang olahraga. Ke depan tentnya jumlah itu bisa bertambah atau berkurang seiring dengan kemajuan dari para atlet yang pantas masuk kategori andalan. Meskipun demikian, bukan saja gaung namun dampak positif dari PAL sudah terasa di mana-mana. Baik di kota maupun di daerah.
Kini orang sudah mulai berbicara tentang pentinnya suatu program pembinaan modern yang professional dengan jangka waktu panjang dan berjenjang seperti yang digariskan dalam PAL. Perubahan ini mengikis mindset lama yang dikungkung oleh cara instant dalam pembinaan peningkatan prestasi. Pemikiran tentang juara tidak dilahirkan namun dibentuk dengan program modern melalui proses berjanjang dan panjan secara perlahan namun pasti mulai berhembus di kancah olahraga nasional.
Diakui atau tidak PAL bukan saja menghadirkan gelora semangat baru namun juga paradigma baru dalam dunia olahraga di Tanah Air. Para atlet yang dulu hanya melakukan persiapan saat masuk training centre di pusat dan kemudian lepas bebas bagai burung saat usai mengikuti pertandingan kini mulai dipantau secara konsisten persiapan dan kondisi dimana pun atlet itu berada. Pelatih tidak bisa lagi lepas tangan karena sudah dibekali program yang harus dijalankan.
Pengurus induk organisasi cabang olahraga (Pengurus Pusat atau Pengurus Besar) juga ikut tertarik oleh perputaran roda paradigma baru ini. Mereka harus terus memantau kondisi para atletnya sehingga nanti memang bisa diandalkan ketika diusulkan untuk membla nama bangsa dan negara ke kekgiatan event maupun multi event SEA Games, Aian Games maupun olimpiade.
Begitulah peran strategis dari PAL. Terbukti bukan hanya mengurusi prestasi karena sudah bisa menghadirkan perubahan pemikiran tentang pentingnya program pembinaan modern di setiap lini olahraga. Apalagi bila dikaitkan dengan program PAL lainnya yang memikirkan tentang masa depan dan lifestyle para atlet. Secara keseluruhan PAL memang bukan hanya urusan prestasi namun juga masa depan yang berujung pada keagungan atau kegemilangan olahraga.
Intinya olahraga bukan lagi hanya sekadar sampingan dalam pembangunan bangsa dan negara. Olahraga sudah menjadi profesi yang pantas diandalan dan bisa menjadi pilar pada perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Bagi yang berpikir positif sudah pasti kehadiran PAL tidak perlu lagi diperdebatkan. Program untuk kegemilangan olahraga Indonesia ini justru harus didukung penuh.
Pemerintah era duet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla sudah menunjukkan political will pada pekermbangan olahraga di Tanah Air melalui PAL. Agar langkah ini terus bergulir menuju ke arah kegemilangan pemerintah perlu memberikan paying hukum yang kuat sehingga tda surut lagi ke belakang. Payung hukum yang sangat diharapkan dan didambakan para insane olahraga nasional bisa berbentuk Perpres atau Kepres. Sutu landasan kuat yang akan makin memantapkan langkah menyebrangi jembatas emas kegemilangan. Semoga. ***
• Penulis adalah Rdaktur Olahraga HU Suara Karya. Saran dan masukan silakan layangkan ke e-mail: aagwaa@yahoo.com


